ESSAY KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGATASI PANDEMI KHUSUSNYA BIDANG PENDIDIKAN
Kasus:
Dalam situasi pandemi seperti ini
peran pemerintah sebagai penentu dalam pengambilan kebijakan yang tepat untuk
negara serta bagi masyarakat sangat diperlukan untuk tetap mempertahankan
kestabilan agar tidak terjungkir kedalam keterperosotan system. Dengan wabah
ini kebijakan pemerintah dalam mengambil keputusan di bidang Pendidikan bisa
dibilang kurang tepat sasaran walaupun dalam upaya pelaksanaanya sudah
terbilang maksimal mulai dari anggaran yang dikeluarkan untuk tetap melontarkan
bantuan kuota gratis misalnya yang tetap diberikan kepada para siswa baik itu
dimulai dari bangku SD sampai kuliah, dan para guru pun masih tetap diberikan.
Selain itu kebijakan yang dikeluarkan yaitu tetap menggunakan system daring
sampai waktu yang belum ditentukan kapan berakhirnya dan oleh karena itu
pemerintah tetap melancarkan system pemdidikan seperti ini dalam upaya
mengatasi wabah ini serta dalam mengurangi penyebaran virus. Kebijakan yang
diambil ini tentu ada plus dan minusnya dan karena Indonesia belum terbiasa
dalam mengatasi keadaan pandemic yang terjadi tiba tib ini maka pengatasian
dalam upaya menstabilkan di berbagai bidang pun masih dibilang kurang optimal.
Banyak daerah yang mengeluh dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah ini karena banyaknya fasilitas yeng belum lengkap didaerahnya, misal yaitu tower pemancar sinyal yang jauh jangkauannya dan harga kuota yang mahal. Permasalahan itu kerap menjadi aduan kepada pemerintah untuk mengoreksi kebijakannya Kembali karena itu harus tetap memperhatikan solusi yang tepat untuk mengatasinya. Pemerintah selama ini tetap memprioritaskan bidang Pendidikan sebagai yang utama karena jika walaupun para siswa tertinggal beberapa pertemuan saja atau bahkan sampai berbulan-bulan maka akan mengakibatkan keanjlokan persentase Pendidikan di negara, maka dari itu negara tetap harus menjadikan bidang ini sebagai prioritas walaupun masih harus ada yang dikembangkan dan perbaiki permasalaan yang masih ada.
Analisis
Budaya Politik Mengenai Prioritas kebijakan pemerintah:
Mengenai
suatu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pasti mengalami berbagai tahap
dalam pengesahannya dan jika kasus diatas dianalisis berdasarkan parameter
prioritas kebijakan pemerintah dalam budaya politik, maka bidang tersebut jelas
mendapakan prioritas pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan yang sesuai dan
berhasil untuk diterapkan oleh semua daerah dan tentu saja untu tetap
mempertahankan eksistensinya dalam budaya politik di Indonesia yang ada.
Pandemic ini memaksa pemerintah untuk membuat kebijakan yang harus benar benar
mempertimbangkan konsekuensi yang ada di bidang Pendidikan karena walaupun
mengeluarkan kebijkakan yang dipaksakan tetapI cepat pun tidak akan menyelesaikan
permasalahan yang ada. Oleh karena itu harus dengan pertimbangan yang matang
sehingga prioritas kebijakan pemerintah akan berhasil dan persentase tingkat
pemerataannya pun seimbang.
Tahap pertama dalam memprioritaskan
kebijakan dalam pemerintah yaitu mengacu permasalahan dibidang tertentu yang
dianggap sangat penting untuk didahulukan karena menyangkut permasalahan
perkembangan generasi muda yaitu dibidang Pendidikan. Dalam tahap ini pihak
pemerintah mengkaji terlebih dahulu mengenai permasalahan yang sedang dialami
dibidang Pendidikan pada situasi pandemic ini. Tahap kedua yaitu penguatan
reformasi. Dalam tahap ini pemerintah akan menganalisis berbagai permasalahan
yang ada di seluruh pelosok daerah dan mengumpulkan berbagai informasi mengenai
kendala dalam menjalankan system pembelajaran daring selama pandemic ini. Tahap
ketiga yaitu peningkatan kualitas dan pemecahan masalah pada permasalahan, pada
tahap ini pemerintah diharuskan untuk mencari solusi yanag ada dan
meminimalisisr kakurangan pada kebijakan yang telah dibuatnya, dalam
pengambilan solusi pemerintah juga hrus memberikan solusi yang sifatnya
fleksibel dan bisa diterapkan diberbagai daerah yang sedang melakukan kegiatan
pembelajaran, karena tidak semua tempat memiliki permasalahan yang sama jadi
tahap mengkaji pada tahap pertama tersebut sangat diperlukan bagi tahap ketiga
ini dengan dikaitkannya dengan permasalahan yang ada. Pemerintah juga tidak
serta merta membuat kebijakan yang satu untuk semua, misalkan didaerah yang
mengalami kekurangan layanan provider internet bisa diberi kebijakan untuk
langsung meminta layanan internet untuk segera dipasangkan di daerah tersebut
dan memberi kuota gratis bagi para siswa dan guru yang mengajar karena hal
tersebut sangat penting juga karena bidang perekonomian juga terkena imbasnya
di pandemic ini. Untuk daerah yang memiliki provider layanan internet yang
cepat pemerintah seharusnya bisa memaksimalkan kegiaatan pembelajaran daring
dan bisa untuk memberikan kebijakan siswa wajib dalam mengikutinya dan tetap
juga memberikan bantuan kuota gratis untuk tetap membuat siswa dan guru
teringankan beban walaupun itu sedikit. Tahap keempat yaitu penerapannya,
pemerintah melakukan berbagai penerapanyya secara merata kepada masyarakat
diberbagai penjuru daerah.melalui persiapan dari anggaran pemrintah yang
mengharapkan penerapan dari kebijakannya menjadi tepat dan bisa memberikan
solusi kepada para siswa yang ada.
Pemerintah juga membuka berbagai
aspirasi yang masyarakat berikan sehingga pemerinah bisa mengkaji ulang dalam
kebijakan yang diambilnya dan bisa memperbaiki kekurangan yang ada dan bisa
meminimalisir kemrosotan persentase yang diakibatkan oleh pandemic ini.
Prioritas keijakan yang diambil pemerintah sangat diperlukan untuk tetap
memberikan solusi dalam permasalahan yang sedang dihadapi dan bisa diatasi
dengan maksimal karena dengan memprioritaskan terlebih dahulu maka dalam
menerapkannya juga akan lebih optimal
Komentar
Posting Komentar